SEMARAK BULAN BAHASA BALI, DESA KERTA LAKSANAKAN FESTIVAL NYURAT AKSARA BALI

Berkaitan dengan diberlakukanya Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta untuk melaksanakan bulan Bahasa Bali yang pelaksanaanya antara bulan Februari-Maret dari tingkat Desa, Lembaga Pendidikan, Pemrintah Kabupaten, dan Pemerintah Provinsi Bali, untuk mengimplementasikan hal tersebut Desa Kerta (Jumat 08/02) mengadakan Festival Nyurat Aksara Bali, festival ini merupakan kali pertama Desa Kerta melaksanakan hal ini sekaligus menjadi yang pertama juga di Kecamatan Payangan.
Peserta nyurat aksara Bali ini berasal dari perwakilan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) yang ada di Desa Kerta dengan jumlah peserta 50 orang serta adapula peserta yang berasal dari perwakilan Sekhaa Truna-Truni (STT) yang ada di Desa Kerta dengan jumlah 40 orang, sehingga total peserta dalam festival nyurat aksana Bali ini mencapai 90 orang.

Tamu Undangan Festival Nyurat Aksara Bali

Peserta sudah mulai datang berduyun-duyun ke lokasi festival yang berada di Bumi Perkemahan Pucak Sari, Banjar Pilan, Desa Kerta semenjak pukul 08.00 WITA, ada yang datang berombongan dengan rombongan sekolahnya masing-masing, yang datang sendiri tanpa rombongan juga Nampak terlihat. Acara sindiri kemudian baru dimulai pukul 09.00 WITA setelah semua peserta selesai melakukan registrasi serta semua undangan menempati tempat yang disediakan oleh panitia.
Acara festival ini dihadiri oleh guru pembina di masing-masing SD se-Desa Kerta, Penyuluh Bahasa Bali se-Kecamatan Payangan, Kelihan Banjar Dinas se-Desa Kerta, Bendesa se-Desa Kerta, Babinsa Desa Kerta, Ketua BPD Desa Kerta beserta jajaranya, Perbekel Kerta beserta jajaranya, serta Bapak Camat Payangan yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Proses Pelaksanaan Nyalin Aksara Latin ke Aksara Bali

Dalam laporanya, ketua panitia, Kadek Seka Martina menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Jajaran Pemerintahan Desa Kerta karena telah diberikan fasilitas serta dukungan dana, sehingga festival nyurat aksana ini bisa berjalan dengan lancar, senada dengan hal ini Camat Payangan dalam sambutanya menyampaikan bahwasanya acara serupa harus dilaksanakan di setiap Desa yang ada di Kecamatan Payangan, kemudian setelah pelaksanaan di Desa perwakilan dari masing-masing Desa akan dilombakan lagi di tingkat Kecamatan, selain itu untuk kedepan bukan hanya nyurat aksara Bali yang dilombakan melainkan jenis-jenis yang lain juga harus ikut dilombakan misalnya pidato Bahasa Bali, mesatua (bercerita) Bali kedepan harus menjadi proyeksi dalam acara festival-festival serupa.

Antusiasme Peserta dalam Menyambut Festival Desa Kerta Tahun 2019

Lomba Nyurat aksara Bali ini dimulai sekitar pukul 10.30 WITA setelah rangkaian pembukaan acara selesai, para peserta nampak sudah siap dalam mengikuti lomba ini, karena sebelum pelaksanaan lomba telah dilakukan pembinaan di tiap-tiap sekolah sedangkan pembinaan untuk STT dilakukan pada tanggal 03 Pebruari 2018 yang mengambil tempat di Ruang Rapat Kantor Desa Kerta.

Penyerahan Piagam Penghargaan oleh Perbekel Kerta Kepada Perwakilan Peserta

Pada festival nyurat aksana Bali ini peserta diminta untuk menyalin tulisan latin dari “Satua I Empas” yang telah diberikan oleh panitia kedalam tulisan Bali dengan waktu sebanyak 90 menit sehingga kegiatan lomba selesai tepat pukul 12.00 WITA, setelah selesai proses lomba, acara kemudian dilanjutkan dengan penilaian dari juri, dan diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para peserta serta foto bersama antara seluruh peserta dan panitia festival nyurat aksara Bali Desa Kerta Tahun 2019.

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan