Situs Goa Raksasa dan Goa Gerombolan

Desa Kerta memiliki situs goa yang menyimpan cerita-cerita unik, seperti goa Raksasa dan goa Gerombolan. Gua raksasa adalah goa yang terletak di Banjar Pilan. Goa Raksasa sering dikatakan sebagai Gerombong Raksasa oleh masyarakat Banjar Pilan. Goa tersebut menyimpan cerita yang bernuansa mistis.
Cerita rakyat mengenai Gua Raksasa telah diceritakan secara turun temurun oleh masyarakat Banjar Pilan. Pada zaman dahulu, ketika masyarakat melaksanakan upacara atau yadnya di Pura Pucak Sari, terdapat tari-tarian Rejang sebagai pengiring upacara tersebut. Penari Rejang yang jumlahnya tidak tetap tersebut dengan lemah gemulai menggerakan tubuhnya. Tari rejang ditarikan sebagai bentuk persembahaan kepada para dewa, namun keanehan muncul, salah satu kitut penari Rejang atau penari yang berada pada barisan paling belakang menghilang tanpa jejak saat upacara di pura tersebut. Hal tersebut juga terjadi saat dilaksanakan upacara yadnya di Pura Puseh.
Sebelum penari Rejang tersebut menghilang, selalu disertai kabut asap, sehingga menjadi misteri hilangnya kitut penari Rejang atau penari yang berada pada barisan paling belakang. Masyarakat yang resah dengan hilangnya para penari berinisiatif untuk mengungkap keanehan tersebut, sehingga pada saat dilangsungkan upacara atau yadnya di Pura Pucak Sari berikutnya, penari Rejang yang berada pada barisan paling belakang, diikati dengan sekantong mincid (beras hancur) sebagai penanda jejak dan diberi lubang kecil pada kantong tersebut.
Akhirnya kebenaran itu terungkap, bahwa kantong mincid yang sudah diberi lubang kecil tersebut menunjukkan jejak hilanya penari Rejang saat upacara di Pura Pucak Sari tersebut. Setelah ceceran mincid diikuti, sampailah masyarakat Pilan di sebuah goa, yang diketahui ternyata goa tersebut dihuni oleh raksasa yang selama ini telah menculik para penari Rejang sebagai santapannya. Karena merasa terancam dengan keberadaan raksasa di goa itu, kemudian masyarakat mengumpulkan ijuk di mulut gua, setelah ijuk terkumpul masyarakat kemudian membakarnya. Asap dan udara panas yang mengepul masuk ke dalam goa berhasil membunuh raksasa tersebut. Namun musibah tak berhenti sampai disitu. Saat-saat terakhir sebelum kematiannya raksasa mengutuk masyarakat Banjar Pilan, hingga banyak masyarakat yang meninggal ketika itu. Masyarakat Pilan percaya bahwa adanya anak yang terlahir cacat di tempat ini adalah pengaruh dari kutukan raksasa tersebut.

Situs Goa Raksasa
Dokumentasi Gunawan, 2015

Selain goa Raksasa, di wilayah ini juga terdapat goa Gerombolan. Pada umumnya mulut goa, tepat berada dibalik air terjun, sehingga tidak dapat dilihat secara jelas. Goa tersebut berbentuk ruangan besar seperti layaknya rumah biasa. Goa tersebut terbagi dalam beberapa ruangan, seperti terlihat pada Gambar berikut.

Peninggalan Goa Gerombolan
Dokumentasi Gunawan, 2015

Menurut penuturan beberapa warga bahwa goa-goa tersebut, dulunya dipakai untuk persembunyian para gerombolan yang suka memalak harta penduduk yang ada di wilayah itu. Warga dipaksa untuk membawakan makanan ke tempat persembunyiannya dan mereka juga memaksa mengambil barang, ternak, hasil kebun atau harta penduduk untuk memenuhi kebutuhan mereka dipersembunyian. Mereka juga tidak segan-segan menyiksa bahkan membunuh penduduk, bila dianggap membangkang atau tidak mau menyerahkan barang, ternak, hasil kebun atau hartanya kepada mereka (ind).

Tinggalkan Balasan