Prosesi Pembersihan dan Penyucian di Kawasan Desa Wisata – Bumi Perkemahan Pucak Sari

Prosesi Pembersihan Dan Penyucian Kawasan Bumi Perkemahan Pucak Sari

kerta.desa.id – Rabu tanggal 31 januari 2018, pihak pengelola desa wisata kerta bersama dengan kepala desa kerta mengadakan upacara “nasarin”, “mecaru”, dan “ngelinggihan” di areal bumi perkemahan pucak sari banjar pilan. Turut hadir juga dalam upacara ini Babinsa Desa Kerta, BPD Kerta, Perangkat Desa Kerta, dan juga beberapa mahasiswa dari Fakultas Pariwisata Universitas Udayana yang akan melaksanakan perkemahan di Bumi Perkemahan Pucak Sari.

Persiapan Upacara Pembersihan Dan Penyucian Bumi Perkemahan Pucak Sari

Nasarin adalah upacara peletakan batu pertama dalam membangun rumah dan tempat suci yang sesuai dengan “asta kosala kosali”. Kemudian dilanjutkan dengan upacara mecaru. Mecaru berasal dari kata Caru yang artinya adalah kurban suci yaitu upacara yadnya yang bertujuan untuk keseimbangan para bhuta sebagai kekuatan bhuwana alit maupun bhuwana agung sebagaimana disebutkan dalam “kanda pat butha” sehingga dengan adanya keseimbangan tersebut berguna bagi kehidupan ini.

Upacara “Mecaru” Yang Turut Dibantu Oleh Masyarakat Banjar Pilan

Dan terakhir Upacara Ngenteg linggih adalah upacara yadnya atau karya yang ditujukan untuk mengukuhkan kembali kedudukan atau linggih Niyasa tempat suci sebagai pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, baik berupa padmasana, sanggah pemerajan ataupun pura setelah selesai dibangun.

Kepala Desa Kerta Melakukan Peletakan Batu Sebagai Prosesi Nasarin Padmasana Bumi Perkemahan Pucak Sari

Setelah dilakukan upacara pembersihan dan penyucian ini diharapkan kawasan bumi perkemahan pucak sari menjadi tempat wisata dan pusat perkemahan yang nyaman serta memiliki keseimbangan antara “sekala” dan “niskala” menurut kepercayaan Hindu Bali. “Saya berharap dengan adanya upacara ini, semua kegiatan yang dilakukan di bumi perkemahan pucak sari tidak mengalami kendala apapun”, terang Kepala Desa Kerta.

Penyucian Areal Dapur Bumi Perkemahan Yang Belum Lama Ini Selesai Pembangunannya

Di akhir prosesi upacara ini pengelola desa wisata serta bumi perkemahan pucak sari mengajak seluruh masyarakat yang turut serta dalam upacara ini untuk makan bersama sebagai wujud syukur atas lancarnya upacara dan juga untuk menjalin hubungan yang baik antara pemerintahan desa selaku pengelola dan masyarakat banjar pilan selaku pemilik wilayah agar kedepannya terjalin kerja sama yang baik dalam proses pengembangan desa wisata ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan